Kategori Berita

Informasi

Home Cuan

Tekan Praktik Rentenir, Waketum GARPU Minta Kader Perkuat Koperasi

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU), H Syarifuddin Ali menyerukan kepada para kader GARPU untuk menekan praktik rentenir di tengah-tengah perekonomian masyarakat. Dia menilai salah satu cara yang paling ampuh untuk menangkal praktik rentenir yakni dengan melakukan penguatan aktifitas koperasi sebagai salah satu alternatif pembiayaan mikro masyarakat.

 

“Kita paham bahwa orang-orang memilih rentenir karena prosesnya yang mudah, bahkan tanpa agunan. Padahal beban bunganya cukup tinggi dan membuat banyak warga kerepotan.inilah pentingnya memperkuat koperasi agar bisa menjadi salah satu sumber pembiayaan mikro dengan proses pinjaman yang mudah dan aman,” jelasnya di Jakarta, baru-baru ini.

 

Dikatakannya lagi, upaya untuk memperkuat koperasi sebagai salah satu sumber pembiayaan masyarakat sejalan dengan UUD 1945 yang mendorong penerapan sistem ekonomi berkeadilan dan kekeluargaan.belum lagi sebagaimana data yang diterimanya, sekitar 30 jutaan unit usaha kecil belum terhubung pembiayaannya dengan lembaga keuangan formal.

 

Selain itu tentunya, Kementerian Koperasi dan UMKM juga terus menyosialisasikan pentingnya penguatan koperasi. Tidak saja itu, bahkan Kemenkop UKM juga sedang mengupayakan koperasi sebagai mitra usaha mikro di sektor pembiayaan.

 

“Ini mesti disambut oleh semua masyarakat, khususnya para kader GARPU agar koperasi benar-benar kuat, dan benar-benar menjadi solusi pembiayaan usaha mikro seluruh masyarakat Indonesia.

 

Disamping itu sambung Syarif, upaya penguatan koperasi sebagai alternatif pembiayaan mikro juga akan mendorong peran koperasi dalam konteks yang lebih luas. Koperasi yang kuat dinilai bisa mendorong proses percepatan integrasi usaha masyarakat mulai dari hulu hingga ke hilir. Dengan demikian, koperasi dapat mempertemukan berbagai elemen usaha yang terlibat dalam mata rantai bisnis tertentu.

 

“Kalau itu terjadi, sektor usaha mikro benar-benar akan mendapatkan benefit jangka panjang. Karena koperasi kemudian menjadi wadah bertemunya seluruh pelaku usaha dengan berbagai ragam produknya yang saling berkegantungan antara satu dan lainnya. Ini akan membangun kontrol dan stabilitas oleh masyarakat sendiri atas mata bisnis itu sendiri,” demikian tutup Syarif. []

Penulis: Yuli Rahmad

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita