Kategori Berita

Informasi

Tantangan UMKM Makin Besar, GARPU Diyakini Jadi Motor Perubahan

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta – Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus mengalami tekanan ekonomi yang luar biasa besar sepanjang 1 dekade terakhir ini. Selain dipicu oleh inflasi tahunan di sektor domestik yang mengakibatkan meningkatnya biaya operasional, para pelaku UMKM juga dihadapan dengan aturan pembatasan sosial selama Pandemi Covid-19 yang berujung pada kelumpuhan operasional kegiatan bisnisnya.

 

“Saat ini pun dunia sedang tidak baik-baik saja. Pasca pandemi, beberapa negara di dunia mengalami potensi resesi. Yang terjadi di Srilanka salah satu contohnya. Dan ini menghantui beberapa negara lainnya yang kalang-kabut mengelola stabilitas keuangan. Sebagai salah satu motor ekonomi nasional, UMKM kita tentunya ikut merasaan dampak global tersebut. Sementara di sisi yang lain, tantangan secara internal belum sepenuhnya tertangani. Masih ada pelaku UMKM yang repot dengan urusan-urusan mendasar,” demikian ujar Anggota Dewan Pakar DPP GARPU, Saiful Mahdi SE kepada media ini, Sabtu (16/7/2022).

 

Adapun persoalan-persoalan internal yang masih dialami oleh UMKM jelas Saiful Mahdi tidaklah sedikit. Salah satunya soal urgensi tranformasi UMKM dari pendekatan konvensional ke digital. Saat ini dia melihat, masih terlalu banyak para pelaku UMKM yang mengalami kendala proses transformasi ke sektor digital.

 

“Karena tidak semua pelaku UMKM mampu beradaptasi dan bertransformasi dengan secepat ini ke sektor digital,” pungkasnya.

 

Tidak hanya itu, para pelaku UMKM dinilainya juga masih berjibaku dengan persoalan-persoalan mendasar dari pengembangan produk dan perusahaanya. Banyak sekali produk-produk UMKM yang belum memiliki packaging yang standar dan menarik. “Padahal produk dasarnya sangat worth it untuk dibeli,” tukas Saiful.

 

“Belum lagi soal penuntasan administrasi perusahaannya. Banyak sekali asal bisa produksi, sementara legalitas perusahaannya belum diurus. Untuk bisa naik kelas ke dimensi yang lebih besar, tentu masih susah,” begitu sambungnya lagi.

 

Karena kondisi faktual itu pula, Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) dibawah kepemimpinan Pietra M Paloh dinilai bakal sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM. Penyediaan ruang pembinaan dan pendampingan dalam setiap tahapan pengembangan sektor UMKM hingga naik kelas ke dimensi yang lebih kompetitif adalah kebutuhan mendasar para pelaku UMKM.

 

“Kami sangat yakin, GARPU bisa melakukan banyak hal untuk mendorong UMKM naik kelas. GARPU bisa menjadi motor perubahan di tengah-tengah tekanan yang dialami oleh pelaku UMKM dari segala lini,” begitu harap Saiful. []

Penulis: Yuli Rahmad

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita