Kategori Berita

Informasi

Subardi Ingin PNM Lebih Sering Berinteraksi Langsung dengan UMKM

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Wonosari – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Subardi mengapresiasi Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perusahaan BUMN itu dinilai berkinerja baik dan berinisiatif melayani kelompok masyarakat prasejahtera.

 

Menurut Subardi, kinerja baik PNM DIY dilihat dari layanan akses permodalan, pendampingan, dan program peningkatan kapasitas usaha.

 

“Saya apresiasi kinerja PNM DIY. Banyak masyarakat prasejahtera yang terbantu dengan inisiatif PNM DIY. Ini bukti BUMN hadir di tengah masyarakat,” kata Subardi saat membuka pelatihan pengembangan kapasitas usaha bagi pelaku UMKM di Playen, Gunungkidul, DIY, sebagaimana dikutip dari Laman Fraksi Nasdem DPR RI, Jumat (16/9/2022).

 

Pelatihan itu diikuti 300 nasabah ‘Mekaar’ atau program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera. Materi pelatihan di antaranya strategi penjualan di media sosial dan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

 

Sejauh ini, kerja sama PNM dengan Subardi di DIY terjalin baik dan berkelanjutan. Banyak kelompok masyarakat terutama ibu-ibu yang menyampaikan aspirasi kepada Subardi bahwa usaha mereka meningkat.

 

Melalui program kemitraan, Legislator NasDem dari Dapil DIY itu menggandeng PNM melakukan beragam program pemberdayaan, di antaranya layanan modal usaha, pelatihan digital marketing, dan pendaftaran izin usaha.

 

“Saya kawal aspirasi masyarakat termasuk pelatihan. Pelatihan ini perlu lebih sering karena ada interaksi langsung dengan PNM,” kata Mbah Bardi, sapaan akrabnya.

 

Subardi berharap PNM menjadi solusi permodalan bagi usaha ultra mikro terutama bagi kelompok ibu-ibu. Menurutnya, Komisi VI DPR sebagai mitra kerja Kementerian BUMN terus mendukung usulan tambahan anggaran modal usaha. Program itu direalisasikan dengan berbagai kemudahan, seperti tanpa agunan dengan maksimal pinjaman Rp100 juta.

 

“DPR sudah menyetujui besaran KUR kepada BUMN, dari tadinya Rp170 triliun sekarang Rp270 triliun. Tentu agar pelaku usaha dapat mengakses pinjaman modal termasuk tanpa agunan dan bunga kecil karena disubsidi pemerintah,” kata Subardi.

 

Pimpinan Cabang PNM DIY, Azis Junaidi mengatakan, pelatihan itu fokus kepada kelompok usaha ultra mikro dengan berbagai jenis usaha. Pada forum tersebut, peserta difasilitasi mendapat modal usaha dan NIB.

 

“Meskipun jenis usahanya berbeda-beda, tetapi mereka semua harus memiliki izin usaha. Target kami yang sebelumnya nasabah masuk dalam kategori pra-sejahtera, agar menjadi sejahtera. Suntikan modal nanti juga akan kami berikan”, tutup Azis Junaidi. []

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita