Kategori Berita

Informasi

Home Kolom

Senyum dan Praktik Politik yang Meneduhkan

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagiaan dan rasa senang. Senyum merupakan ekspresi seorang disaat merasa bahagia, mendapat penghargaan, dan kepuasan. Senyum itu muncul dari perasaan positif.

 

Saya secara pribadi juga menikmati kebiasaan berbagi senyuman dengan siapapun. Dalam dimensi politik, setiap bertemu dengan ketua umum partai NasDem, Bapak Surya Paloh selalu tersenyum. Ternyata senyuman beliau bukan sekedar bertemu dengan kerabat dekat atau kader-kader partai Nasdem, akan tetapi di hadapan siapapun yang beliau jumpai baik dikenal ataupun tidak dikenal, dia selalu menyapanya dengan tersenyum.

 

Ternyata senyum (tabassum) itu menurut ilmu etika merupakan senjata paling ampuh untuk melumpuhkan lawannya. Nabi Muhammad saw sebagai contoh tauladan bagi kita selalu tersenyum, maka senyum itu adalah ibadah atau sedekah.

 

Senyum dalam Kamus KBBI adalah  mesam-mesem, seringai. Berbagai macam makna senyum ada senyum kucing, senyum buaya, senyum palsu, senyum malu, senyum genit, senyum bohong dan senyum sedih. Alhasil senyum itu merupakan ekspresi seseorang muncul dari perasaan positif dan negatif (yang dibuat-buat). Disini, kita memahami senyuman yang jujur itu tampak pada raut wajah cerah dan polos.

 

Menurut penelitian, tersenyum itu mempunyai manfaat cukup banyak sekali antara lain dapat menurunkan tekanan darah, membuat otot relaksasi, menurunkan denyut jantung dan tekanan darah serta membantu mengurangi risiko terkena serangan jantung.

 

Tersenyum juga memiliki manfaat bagi sistem imun tubuh. Penelitian telah membuktikan bahwa dengan senyum, tubuh kita mampu melepaskan endorphin, hormon pengurang sakit dan serotonin, hormon yang mengendalikan mood. Hormon – hormon tersebut akan membuat tubuh menjadi lebih baik jika Anda tersenyum.

 

Senyuman adalah riasan alami untuk wajah Anda. Senyum yang merekah akan membuat wajah terlihat lebih menarik. Tidak hanya itu, ternyata senyum juga diyakini dapat membuat awet muda. Itulah sebabnya kemudian muncul ungkapan “Jangan sering marah-marah, nanti cepat tua”.

 

Apalagi kita banyak tertawa akan meningkatkan asupan udara kaya oksigen, yang akan memicu kerja jantung, paru, dan otot. Hal tersebut juga dapat meningkatkan endorfin yang dilepaskan oleh otak. Dengan demikian, tertawa dapat menstimulasi organ-organ dalam tubuh sehingga Anda tetap sehat dan bugar.

 

Senyum adalah sedekah yang paling mudah. Selain bernilai ibadah,  senyum juga dapat memupuk hubungan baik antar sesama manusia. Salah satu figur penebar kebaikan dan senyuman adalah Rasulullah SAW.

 

Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagiaan dan rasa senang. Rasulullah pernah bersabda, yang artinya: “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah. Engkau memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sedekah

 

Senyum adalah sedekah yang paling mudah dan murah. Memperbanyak syukur tentu akan lebih mempermudah kita untuk selalu tersenyum. Itulah indahnya islam, berbuat positif apapun akan mengandung pahala jika diniatkan untuk ibadah.

 

Dalam hal ini, ada juga orang kurang bersenyum diakibatkan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari faktor genetik, stres, pola hidup yang kurang baik, tekanan sosial lingkungan, trauma masa lalu, pola asuh di keluarga, maupun adanya kondisi psikologis tertentu seperti gangguan depresi, gangguan cemas, dan sebagainya.

 

Senyum juga memiliki tata krama, menjaga tali silaturrahim (tali persaudaraan), menjaga persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW memasukkan senyum itu bagian daripada tata krama dan budi pekerti yang baik.

 

Kita melihat dan membuktikan sendiri sosok ketua umum Surya Paloh memiliki kepribadian yang berhias murah senyum dengan siapapun yang dikenal ataupun dengan orang yang tidak dikenalnya, baik orang yang senang ataupun orang yang membencinya terutama dalam kehidupan berpolitik ini umumnya pola komunikasi yang diandalkan adalah kesombongan, egoisme dan sandiwara.

 

Kepribadian seorang akan menjadi kokoh dan kuat dan beribawa disebabkan bersenyum tulus dengan siapapun juga. Bersenyumlah kamu agar hidupmu sehat walafiat dan bermanfaat. Tulisan ini sebagai bukti bahwa senyum adalah senjata yang paling ampuh dalam kehidupan berpolitik dan terutama bagi kader-kader Nasdem. Berpolitik itu adalah bersenyum dan bersenyum itu adalah sedekah dan bersedekah itu adalah ibadah, maka bersenyumlah kamu karena senyum itu juga sehat. []

 

*Penulis merupakan anggota Dewan Pakar DPP Partai Nasdem

Penulis: Habib Dr Mohsen Hasan Alhinduan Lc MA

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita