Kategori Berita

Informasi

PSE yang Belum Mendaftar Tidak Diblokir, Kecuali Lewat Tanggal 27 Juli

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Labuan Bajo – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberi surat peringatan terhadap Perusahaan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang belum mendaftar hingga batas waktu 20 Juli 2022, tapi tidak dilakukan pemblokiran.

 

“Bagi mereka (PSE) yang bisa tidak mendaftarkan per deadline-nya itu, akan kita kirimkan surat peringatan untuk segera melengkapi dengan batas waktu yang kita sepakati, yakni lima hari kerja,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Semuel A Pangerapan dalam konferensi pers mengenai batas waktu pendaftaran PSE yang digelar secara daring dan luring dari Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagaimana dikutip dari Laman InfoPublik, Jumat (22/7/2022).

 

Dirjen Semuel mengatakan, jika dalam lima hari kerja mulai hari ini atau hingga 27 Juli 2022 mendatang PSE tersebut belum mendaftar juga, maka akan dilakukan pemblokiran.

 

Saat ini Kementerian Kominfo tengah menyusun kebijakan lanjutan terkait denda yang akan diberikan terhadap PSE yang belum mendaftar hingga batas waktu yang tertera dalam surat peringatan.

 

“Terkait denda, sekarang PP (Peraturan Pemerintah)-nya sedang disiapkan,” imbuhnya.

 

Menurut Dirjen Semuel, saat ini draft terkait denda untuk PSE berada di Kementerian Keuangan karena terkait dengan uang yang harus disetor ke kas negara.

 

Dalam menetapkan PP itu, Kementerian Kominfo harus berkordinasi dengan kementerian terkait untuk menetapkan besarannya.

 

“(Rancangan PP) itu sedang dirapatkan antarkementerian. Jadi kita langsung dari peringatan ke pemblokiran (PSE),” imbuhnya.

 

Lebih lanjut Dirjen Semuel mengatakan, saat ini ada 8.276 PSE beroperasi di Indonesia dan telah mendaftar, yang terdiri atas 8.069 PSE domestik dan 207 PSE berbadan hukum asing.

 

Kementerian Kominfo, kini fokus untuk melakukan pendataan pada 100 PSE, termasuk aplikasi dan gim yang memiliki jumlah pengakses terbesar.

 

Dari data yang kami dapatkan dari 100 pertama ini yang belum daftar adalah Roblox, Opera, Linked in, Tepo, amazon.com, alibaba.com, yahoo, bing, steam, DOTA (game), epicgames, battlenet (game), origin (game), dan counter strike (game).

 

“Nah itu nanti akan kita kirimkan surat segera dan mereka diberikan ultimatum waktu lima hari kerja untuk mendaftar, kalau tidak itu akan masuk ke sistem pemblokiran kita,” pungkasnya. []

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita