Kategori Berita

Informasi

Parade Sedekah Bumi Meriahkan Kunjungan GARPU ke Pandeglang

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kerucut berbahan bambu dengan tinggi antara 2-3 meter dipasang di bagian belakang mobil pick up bermerek Suzuki. Di sekeliling kerucut, berbagai hasil pertanian warga diikat dengan sedemikian rupa. Mulai dari Jagung hingga Terong. Dari Kacang Panjang, hingga Buah Pisang. Bahkan dengan Nenas hingga Jagung. Mobil berisi kerucut hasil pertanian warga Pandeglang, Banten ini terus melakukan parade dengan melintasi sejumlah tempat hingga berakhir di sebuah lapangan di Kecamatan Sindangresmi.

 

Sesampainya di arena acara, ratusan warga dari 5 kecamatan meliputi Sindangresmi sendiri, Bojong, Cikeusik, Picung, dan Angsana tampak antusias. Walau matahari di hari ini, Minggu, 27 Desember 2022 terlihat begitu kuat menyengat, antusiasme warga tak ada yang luntur.

 

“Warga memang sudah menunggu dari tadi,” ujar Ahyani SPd, Ketua DPD Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) Kabupaten Pandeglang, Banten.

 

Di belakang mobil parade hasil pertanian warga, rombongan DPP GARPU Tour to Pandeglang yang langsung dipimpin oleh Ketua DPP GARPU, Pietra M Paloh turut turun dari Bus Partai Nasdem. Dia didampingi oleh Dewan Penasehat Habib Mohsen Alhinduan, Dewan Pembina Ir Bajora Alamsyah, Dewan Pakar Prof Yusherman, Waketum Jufry Lumintang, Sekjend Husendro SH, Koordinator 1 H Syarifuddin Ali, Koordinator 2 Raja Sihotang, hingga beberapa pengurus teras lainnya.

 

“Perjalanan yang panjang ini terbayar sudah. Saya sangat antusias dengan kegiatan Sedekah Bumi yang diselenggarakan oleh DPW GARPU Banten dan DPD GARPU Pandeglang,” ujar Pietra.

 

Bukan tak beralasan perjalanan tersebut kata Pietra begitu panjang. Perjalanan Tour to Pandeglang dengan Bus Partai Nasdem yang memiliki panjang 12 meter, lebar tak kurang dari 2.500 milimeter, dan tinggi hingga 4.200 milimeter melewati lintasan perkampungan dengan jalan tak mulus. Ruas jalan cukup sempit. Beberapa jalan masih berlubang. Di kiri dan kanan jalan dipenuhi berbagai pohon dengan ranting yang menjalar ke badan jalan. Ditambah lagi, kabel listrik turut melintang dengan posisi sangat rendah di beberapa ruas jalan. Beruntung, pengawalan warga setempat yang super ekstra turut mempermudah penyesuaian bus.

 

“Dan memang benar benar terbayarkan. Kegiatan Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur masyarakat terhadap Allah SWT dan alam ini yang telah memberikan rizki yang tak berkesudahan sepanjang hidup,” jelas Pietra dalam pidato sambutannya.

 

“Ini juga menunjukkan betapa warga disini telah menjalani hidup yang penuh rasa syukur, ” sambungnya lagi mengapresiasi.

 

Kehadiran GARPU dalam rangkaian acara Sedekah Bumi memang tergolong berbeda. Pasalnya kegiatan ini lebih mengarah pada sisi produktifitas pertanian. Sementara GARPU sendiri pada dasarnya lebih fokus dalam mendukung pengembangan produk UMKM.

 

Nyatanya, Ahyani menilai kehadiran GARPU jelas berkolerasi dengan kepentingan warga setempat. Warga masyarakatnya yang secara umum bergantung diri dengan sektor pertanian membutuhkan support GARPU untuk mendapatkan akses pasar yang ideal dan lebih luas.

 

“Masyarakat kesulitan menghadapi Tengkulak. Harga beli dari Tengkulak sangat rendah. Masyarakat berharap hadirnya GARPU dapat mendorong perluasan akses pasar dengan harga yang lebih ideal, ” pungkas Ahyani.

 

Pernyataan Ahyani disambut positif oleh Pietra M Paloh. Harapan perluasan akses pasar untuk menampung produk pertanian warga di Pandeglang bukanlah hal yang mustahil. Sekjend Husendro turut menimpalinya. Menurutnya, kedepan GARPU dapat bersinergi dengan beberapa sektor swasta yang mampu mendistribusikan secara langsung produk pertanian warga.

 

“Apalagi dengan potensi padi di wilayah ini. GARPU bisa mendorong peningkatan kualitas padi hingga jadi beras dengan packaging yang standard. Yang bisa dijual langsung ke Jakarta, ” tutur Husendro.

 

Ketua DPW GARPU Banten, Ir Hurisal Jamhur juga mengamini konsesi tersebut. Sebagai perpanjangan GARPU di Provinsi Banten, dirinya menyampaikan akan menyiapkan beberapa langkah taktis dan teknis dengan DPD GARPU Pandeglang.

 

“InsyaAllah produk pertanian warga, apalagi produk UMKMnya dapat disupport penjualannya oleh GARPU, ” ujar Risal.

 

Lurah Desa Cempaka Warna, Awang, yang mendengar komitmen GARPU cukup antusias. Dirinya bahkan mengumpulkan beberapa tokoh warga setempat agar kedepan potensi kerjasama tersebut bisa diimplementasikan secara bertahap. Dia berharap, GARPU dapat memberikan supervisi bagi warganya.

 

“Kami siap bekerjasama dengan GARPU khususnya dalam mengoptimalkan produktifitas gabah petani, ” tutur Awang.

 

Kembali ke arena acara, nuansa antusiasme dan kemeriahan masih belum berkurang walau jam di tangan telah menunjukkan pukul 12.00 WIB. Di depan panggung, panitia turut menghidangkan 20 varian tumpeng khas warga setempat yang disajikan dengan berbagai lauk. Ketua Umum DPP GARPU dan rombongan tak hanya diminta mencicip nasi tumpeng tersebut. Pietra turut diminta untuk memilih tumpeng dengan sajian paling menarik untuk diberikan hadiah.

 

Usai memberikan penilaian dan pemberian hadiah, warga ramai ramai menggerayangi kerucut dengan hasil panen warga di pojok kiri panggung. Kerucut dengan tinggi 2-3 meter akhirnya rubuh, semua hasil panen yang diikat di sekeliling kerucut diperebutkan warga setempat dengan sukacita. Sungguh sebuah tradisi yang unik. []

 

 

Penulis: Yuli Rahmad

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita