Kategori Berita

Informasi

Menteri LHK Siti Nurbaya Dikukuhkan Jadi Profesor di Universitas Brawijaya

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Malang – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar hari ini, Sabtu (25/6/2022) dikukuhkan menjadi Profesor Kehormatan di lingkungan Senat Akademik Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Pengukuhan Siti dalam bidang Ilmu Managemen Sumber Daya Alam merupakan gelar Profesor kehormatan pertama yang dimiliki Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

 

“Segala kemuliaan, keagungan, kemaha-luasan ilmu adalah milik Allah SWT. Alhamdulillah atas Izin-Nya, hari ini saya dapat menyampaikan pidato pengukuhan Profesor kehormatan dalam bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam pada Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya,” kata Menteri Siti yang juga merupakan Dewan Pakar DPP Partai Nasdem sebagaimana keterangan tertulis yang diterima media ini.

 

Dalam orasi ilmiahnya, Siti menyampaikan kebaharuan (Novelty) bertajuk Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, dengan fokus kajian pada tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan. Sebagaimana Noveltynya, Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 merupakan pendetakatan metodis menuju tingkat emisi -140 juta ton CO2e pada Tahun 2030.

 

“Model ini dikembangkan dengan pendalaman hubungan kausalitas antar kebijakan, menghadapi tantangan global pengendalian perubahan iklim dalam hubungan backward linkages dan forward linkages, serta merupakan pengembangan kebijakan dan kegiatan bussiness as usual sektor kehutanan. Tentunya dengan target yang lebih ambisius berupa penurunan emisi karbon hingga 2030,” demikian isi salah satu bagian orasinya.

 

Masih menurut Siti, terdapat 3 pijakan utama yang akan menjadi keunggulan pada Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 yang dikajinya. Ketiga pijakan tersebut meliputi Sustainable Forest Management, Environmental Governance, dan Carbon Governance. Siti menekankan, ketiga pijakan tersebut dapat diterapkan dengan pendekatan integratif, terstruktur, dan tersistematis guna menekan laju emisi. Dengan demikian diharapkan fungsi Hutan dapat direstorasi kembali baik di sektor tata kelola hutan, konservasi, dan lain sebagainya.

 

“Implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 merupakan wujud nyata komitmen sektor kehutanan Indonesia, tidak hanya dalam skala nasional, namun juga kontribusi kepada dunia, kepada masyarakat global, serta sebagai legacy generasi saat ini kepada generasi yang akan datang,” tegas lulusan S3 Institut Pertanian Bogor tersebut.

 

Sementara itu Rektor Universitas Brawijaya Prof.Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR, MS dalam rilis beritanya yang dikutip dari laman resmi Universitas Brawijaya mengungkapkan, pemberian gelar Profesor kehormatan dalam bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam, menjadi yang pertama di Fakultas Pertanian UB.

 

“Bidang ilmu ini sangat langka, tidak sampai jari lima di Indonesia. Selamat untuk Ibu Siti Nurbaya dan keluarga. Karena untuk menjadi profesor kehormatan sangat luar biasa kriterianya. Apalagi UB sudah menuju universitas kelas dunia,” kata Nuhfil. []

 

Iapun menambahkan saat ini di Perguruan Tinggi secara nasional dan global sedang terjadi kompetisi yang luar biasa. Maka tidak ada pilihan selain meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan penambahan Guru Besar. []

Penulis: Yuli Rahmad

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita