Kategori Berita

Informasi

Legislator Nasdem Ingatkan Industri Batu Bara Soal Transisi Energi Bersih

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Banjarbaru – Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengingatkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri batu bara, termasuk PT Adaro Indonesia agar memperhatikan isu-isu lingkungan.

 

Menurut Legislator NasDem itu, beberapa hal seperti pengelolaan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, transisi ke energi bersih dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) kini menjadi isu penting yang tengah mendapatkan perhatian serius berbagai negara dunia, termasuk Indonesia.

 

“Segala sesuatunya harus mencapai cita-cita pembangunan berkelanjutan. Kita ingatkan Adaro sebagai produsen, bahwa batu bara adalah energi fosil yang tidak lagi boleh menjadi energi primer langsung bagi kepentingan Indonesia” ujar Sugeng di sela-sela Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke PT Adaro Indonesia, di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagaimana dikutip dari Laman Fraksi Nasdem DPR RI, Rabu (19/10/2022).

 

Sebagai jenis energi fosil, batu bara sebenarnya masih dapat dikembangkan menjadi energi bersih apabila dimanfaatkan sebagai energi sekunder seperti melalui metode gasifikasi untuk mengolah batu bara menjadi dimethyl ether (DME).

 

Oleh karena itu, Legislator NasDem itu mendorong agar produsen batu bara ke depan dapat segera mengembangkan sebagai sumber energi bersih, mengingat pemerintah saat ini juga terus berupaya mendorong pengembangan batu bara sebagai energi sekunder melalui hilirisasi batu bara.

 

“Pemanfaatan energi fosil termasuk batu bara harus segera dilakukan dengan skema atau metode-metode lain. Tidak lagi nanti batu bara menjadi energi primer yang langsung dibakar untuk menggerakkan turbin, untuk menghasilkan listrik seperti hari ini,” tandas Sugeng

 

Ia tidak memungkiri bahwa potensi cadangan batu bara Indonesia yang cukup melimpah, membuat negara sangat bergantung pada pemanfaatan sumber daya tersebut untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

 

“Kita sama-sama tahu bahwa Indonesia memang masih sangat tergantung pada batu bara hari ini, di mana dari sekitar 73 gigawatt (GW) kapasitas pembangkit listrik seluruh Indonesia itu kurang lebih 62 persennya adalah PLTU batu bara,” ungkapnya.

 

Menurut Legislator NasDem dari Dapil Jawa Tengah VIII (Cilacap, Banyumas) itu, jika dibandingkan dengan energi fosil, tingkat pemanfaatan EBT sebagai sumber energi di Indonesia saat ini masih berbanding terbalik. Menurut Sugeng pemanfaatan EBT sebagai sumber energi pembangkit listrik di Indonesia saat ini masih sangat minim.

 

”Kalau kita lihat dari sisi energi baru dan terbarukan sebagaimana menjadi keharusan ke depan, saat ini pemanfaatan EBT sebagai sumber energi utama pembangkit listrik baru mencapai 11,8 sampai 12 persen. Artinya 88 persennya masih berasal dari energi fosil,” ucapnya.

 

Melihat fakta itu, Sugeng mengatakan pihaknya akan terus mendorong upaya pemerintah dalam melakukan percepatan transisi energi dari fosil ke EBT, serta mendukung komitmen pemerintah yang akan mengangkat dan fokus membahas isu tersebut pada Presidensi G20 yang akan dilaksanakan di Bali, November mendatang.

 

“Kita bersyukur melalui kepemimpinan Indonesia sebagai tuan rumah pada Presidensi G20, pemerintah akan memberi perhatian lebih terhadap tema transisi energi dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan,” pungkasnya. []

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita