Kategori Berita

Informasi

Home Kolom

Implementasi Politik Kebangsaan Ala Nasdem dan Surya Paloh

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Pelaksanaan Rakernas Partai Nasdem yang berlangsung dari 15-17 Juni 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, masih menjadi pembicaraan hangat banyak kalangan. Di berbagai platform media sosial, Rakernas Nasdem dan Surya Paloh menjadi dua topik hangat yang terus diperbincangkan baik oleh kalangan politisi maupun non-politisi. Bukan tanpa sebab. Keputusan Partai Nasdem dan Surya Paloh sebagai ketua umumnya menggelar penjaringan Capres dengan memberikan ruang kepada kalangan grass root dinilai sebagai langkahn yang visioner. Jelas hal tersebut adalah bentuk implementasi politik kebangsaan.

 

Mengapa? Mari kita review sedikit.

 

Dalam hemat saya, Rakernas Partai Nasdem kali ini telah menanamkan beberapa nilai yang patut dijadikan sebagai contok politik kebangsaan. Yang pertama, Partai Nasdem berhasil menunjukkan betapa kader-kader Nasdem di seluruh Indonesia memiliki totalitas dan soliditas yang kuat dalam mendorong Pemilu 2024 yang menarik dan menghibur. Rakernas Nasdem digelar dengan konsep yang moderen, dibalut dengan seminar-seminar kebangsaan. Kader-kadernya dipaksa untuk belajar dengan berpikir secara objektif dengan menelaah kondisi kritis bangsa ini sembari terus berikhtiar untuk mencari solusi-solusi yang ideal.

 

Yang Kedua, Partai Nasdem melalui kepemimpinan Surya Paloh menunjukkan seikap seorang kesatria dan bijaksana. Surya Paloh juga menunjukkan arti etika dalam berpolitik dengan tetap menjunjung tinggi kebenaran sesuai dengan kondisi faktual yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pun Surya Paloh juga tak kurang dalam hal ketegasan. Dia berani menerapkan praktik pemikiran out of the box yang membuat dirinya kerap bersebrangan dengan banyak orang demi memperjuangkan realitas masyarakat. Karena prinsip-prinsip yang sangat konstruktif itulah, Rakernas Partai Nasdem menghasilkan calon-calon pemimpin Indonesia kedepan, justru dari luar organisasi ini.

 

Nilai yang ketiga, Partai Nasdem menunjukkan betapa organisasi ini benar-benar menerapkan politik tanpa mahar. Praktik politik ini adalah salah satu indikator positif yang susah dipraktikkan di partai-partai lain mengingat betapa tingginya sebuah biaya politik. Tidak halnya dengan Partai Nasdem. Partai besutan Surya Paloh ini telah menegaskan betapa Nasdem benar-benar menjadi rumah politik anak bangsa yang sepenuhnya mengandalkan objektifitas, intelektualitas, dan tentunya prestasi.

 

Nilai keempat yang tak kalah keren yakni Nasdem dan Surya Paloh benar-benar menerapkan praktik politik husnudzon, yang berarti selalu berpikir positif baik terhadap mitra kerjanya maupun terhadap kompetitornya. Karenanya Nasdem selalu menjunjungtinggi komunikasi-komunikasi politik yang cair, cerdas, dengan siapapun. Tak terkecuali dengan elemen yang pernah menjustifikasi Partai Nasdem itu sendiri.

 

Yang terakhir dan paling penting, Partai Nasdem dan Surya Paloh telah meneguhkan praktik politik yang revolusioner dan damai. Sebuah konsep yang selalu berupaya mencari jalan tengah sehingga tenun-tenun kebangsaan yang telah dirajut oleh pendiri bangsa ini tidak terkoyakkan. Nasdem senantiasa mengkampanyekan penyudahan polarisasi politik identitas sehingga pelaksanaan Pemilu 2024 benar-benar mampu menyatukan seluruh elemen dalam rangka mempercepat tune up ekonomi bangsa ini yang terpuruk akibat Pandemi.

 

Sungguh, kelima nilai tersebut adalah implementasi politik kebangsaan pada level yang sangat tinggi. Nasdem dan Surya Paloh benar-benar berupaya objektif dengan mengenyampingkan segala kepentingan kelompoknya demi untuk memastikan kepentingan Bangsa Indonesia ada di atas segala-galanya.

 

Partai Nasdem dengan semangat kebangsaan mencoba mengurai kebencian-kebencian menjadi spirit kebersamaan. Nasdem dengan semangat kebangsaan mencoba menghapus ekslusifitas menjadi inklusif. Partai Nasdem terus mendorong tatanan politik di Indonesia menuju dimensi yang benar-benar scientific. Yang terukur dengan ilmu pengetahuan, dan tetap diterima di tengah-tengah masyarakat yang berbeda budaya, beda agama, beda pula pemikirannya.

 

Saya kira, tak perlu menjadi kader Nasdem untuk mengapresiasi nilai-nilai yang sudah diterapkan oleh partai ini dan ketua umumnya. Saya berharap kendati kita berbeda pandangan, namun nurani kita tak boleh menolak kebenaran-kebenaran yang sesungguhnya bisa diuji dengan banyak indikator. Sungguh saya berharap, pesta demokrasi seyogianya kita selenggarakan dengan penuh kesemarakan dan kebahagiaan. Siapapun yang menang dan kalah bukan soal. Yang terpenting nilai-nilai kebaikan haruslah benar-benar dipraktekkan, bukan sekedar menjadi retorika semata. []

 

*Penulis Merupakan Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem

Penulis: Habib Mohsen Hasan

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita