Kategori Berita

Informasi

Gubernur Anies Baswedan Terima Penghargaan “Long Life Commitment” dari Masyarakat Aceh

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan hari ini, Minggu (28/8/2022) menerima penghargaan “Long Life Commitment” dari masyarakat Aceh di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan kepada Anies atas kontribusinya kepada masyarakat Aceh dalam melakukan pemugaran makam Sultan Aceh terakhir yaitu Sultan Muhammad Daudsyah yang dimakamkan di TPU Kemiri Rawamangun, Jakarta sejak tahun 1939. Selain itu Anies juga merealisasikan komitmennya dengan memberikan nama Jalan Laksamana Malahayati pada salah satu nama jalan di DKI Jakarta.

 

“Penghargaan ini kami berikan kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mewakili masyarakat Aceh di Jakarta sebagai apresiasi. Kami berharap Pak Anies senantiasa memberikan perhatian ekstra kepada masyarakat Aceh yang ada di Jakarta,” demikian ujar Ketua Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM), Dr Surya Dharma saat menyampaikan sambutannya.

 

Masih menurut Surya, upaya pemugaran makam Sultan Aceh terakhir yaitu Sultan Muhammad Daudsyah yang dimakamkan di TPU Kemiri Rawamangun, Jakarta sejak tahun 1939 memang memberi nilai tersendiri bagi masyarakat Aceh. Sultan Muhammad Daudsyah dipandang memiliki kontribusi penting bagi Indonesia yang secara terus menerus membangkitkan semangat kemerdekaan. Ia dibuang dan diasingkan oleh Belanda dari Aceh ke Jakarta hingga ke Lombok dan kembali ke Jakarta hingga meninggal dunia.

 

Selain itu, Gubernur Anies juga menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan nama Jalan Laksamana Malahayati pada salah satu nama jalan di DKI Jakarta. Jalan Malahayati menjadi nama jalan terpanjang di Ibu Kota menggantikan nama jalan Kali Malang mulai dari pertigaan jalan A. Yani sampai dengan perbatasan Bekasi dengan panjang hingga 7,6 kilometer. Sebagaimana diketahui, Laksamana Malahayati adalah Pahlawan Nasional yang dikukuhkan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2017.

 

“Karena itulah, diakhir masa tugas pak Gubernur Anies dan dalam rangka peringatan 77 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia serta memperingati usia 72 Tahun Taman Iskandar Muda, Pengurus Pusat dan Masyarakat Aceh di perantauan memberikan penghargaan long life commitment pada pak Anies,” demikian katanya.

 

Selain memberikan penghargaan kepada Gubernur Anies Baswedan, PP TIM juga memberikan penghargaan yang sama kepada para mantan gubernur Aceh lainnya. Para penerima penghargaan tersebut yakni mewakili keluarga Alm Ali Hasjmy, Nyak Adam Kamil, Hasby Wahidi, Abdullah Muzakkir Walad, Abdul Madjid Ibrahim, A. Hadi Thayeb, Ibrahim Hasan, Syamsuddin Mahmud, Ramli Ridwan, Abdullah Puteh, Azwar Abubakar, Mustafa Abubakar, Irwandi Yusuf, Tarmizi A. Karim, Zaini Abdullah, Soedarmo dan hingga Nova Iriansyah.

 

Usai menerima penghargaan, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyampaikan ungkapan syukur dan terimakasih yang tinggi kepada masyarakat Aceh yang ada di wilayah Jakarta. Pada dasarnya kata Anies, masyarakat Aceh di Jakarta memiliki kontribusi yang besar di berbagai sektor.

 

“Saya ingin menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Aceh yang ada di Jakarta. Masyarakat Aceh di Jakarta memiliki kontribusi yang besar bagi majunya kota kita ini, Jakarta. Begitu juga secara umum terhadap Indonesia,” pungkas Anies.

 

Memang tak bisa dipungkiri, tambah Anies lagi. Kontribusi masyarakat Aceh begitu luas mulai dari era perang kemerdekaan hingga dewasa ini. Diapun berharap, masyarakat Aceh terus aktif berkontribusi dalam mendorong Jakarta sebagai kota yang maju dan moderen. “Aceh memiliki suplai pahlawan perjuangan yang luar biasa. Tengok sejarah langsung berderet. Sampai hari ini pun, kontribusi masyarakat Aceh masih sangat besar. Kami sangat bersyukur dan bangga atas semua kontribusi yang telah diberikan oleh seluruh masyarakat Aceh di Jakarta,” tandasnya.

 

Untuk diketahui, proses pemberian penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan para eks gubernur Aceh lainnya dimeriahkan melalui rangkaian kegiatan “Jalan Santai” yang dihadiri oleh 2.000 warga Aceh diaspora baik yang ada di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pementasan kirab budaya Aceh melalui Seurune Kalee, pementasan puisi kopi hingga tarian Ratoh Jaroe. []

Penulis: Yuli Rahmad

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Terkait

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kolom

Suara Pembaca

Kirimkan tanggapan dan komentar Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik dan keluhan konsumen.

Kategori Berita